BL
BelajarLagi
Panduan Lengkap Tools AI
Made by @shafryyusuf
Bab 1/22
Claude Β· Bab 1

Buat Akun Claude

Dari nol sampai akun aktif β€” pilih plan yang tepat, verifikasi, dan siap dipakai.

⏱ ~10 menit
πŸ”— claude.ai
Pemula

1. Buka claude.ai

Buka browser, ketik claude.ai di address bar. Kamu akan diarahkan ke halaman landing Claude milik Anthropic.

claude.ai
Halaman: "Meet Claude" β†’ tombol "Start for free" atau "Try Claude"

2. Pilih metode daftar

Klik Sign up. Tersedia 3 opsi:

MetodeKelebihanCatatan
GooglePaling cepat, 1 klikPastikan pakai Google account yang aktif
ApplePrivacy-firstHanya tersedia di Safari / iOS
EmailBebas pakai email apapunPerlu verifikasi OTP via email
βœ…
Rekomendasi
Pakai Google agar login lebih cepat ke depannya. Kalau email kantor tidak bisa, pakai Gmail personal.

3. Verifikasi email

1
Cek inbox email
Anthropic kirim email dari no-reply@anthropic.com dengan subject "Verify your email".
2
Klik tombol verifikasi
Klik "Verify email address" di email. Tab browser otomatis terbuka dan akun langsung aktif.
3
Tidak dapat email?
Cek folder Spam. Kalau 5 menit tidak ada, klik "Resend verification email" di halaman Claude.

4. Pilih Plan

Setelah verifikasi kamu diminta pilih plan. Bisa skip dan pakai Free dulu.

PlanHargaCocok untukLimit
FreeGratisCoba-coba, tugas ringanPaling kecil, sering kena limit
Pro$20/blnProfessional harian5Γ— lebih besar dari Free
Max 5Γ—$100/blnHeavy user5Γ— lebih dari Pro
Max 20Γ—$200/blnFull-time AI worker20Γ— lebih dari Pro
πŸ’‘
Mulai dari Free
Coba Free dulu. Kalau sering kena pesan "You've reached your limit", baru upgrade ke Pro. Sebagian besar non-tech professional cukup dengan Pro.

5. Aktifkan pengaturan penting

1
Buka Settings
Klik nama/avatar di pojok kanan atas β†’ Settings.
2
Nonaktifkan "Help improve Claude"
Di tab Privacy, matikan toggle "Help improve our AI models". Ini mencegah percakapanmu dipakai untuk training model.
3
Isi Profile preferences
Di tab Profile, isi nama dan tambahkan preferensi umum β€” misalnya bahasa, gaya komunikasi. Claude akan menggunakannya di semua percakapan.

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Β· Bab 2

Tur Interface Claude

Kenali setiap bagian layar sebelum mulai β€” sidebar, chat area, Artifacts, dan fitur tersembunyi yang jarang diketahui.

⏱ ~15 menit
Pemula

Peta Interface Claude.ai

β—€
Sidebar Kiri
Riwayat percakapan, Projects, Starred chats. Bisa di-collapse untuk layar lebih lega.
πŸ’¬
Area Chat
Tempat ketik prompt dan lihat respons. Mendukung drag & drop file langsung ke chat.
πŸ“„
Artifacts Panel
Muncul di kanan saat Claude menghasilkan kode, dokumen, atau visualisasi. Bisa di-preview langsung.
βš™οΈ
Model Selector
Tombol di pojok kiri bawah input box. Klik untuk ganti antara Haiku, Sonnet, Opus.

Input Box β€” Fitur Lengkap

Kotak input bawah bukan sekadar tempat ketik teks. Ini semua yang bisa dilakukan:

AksiCara
Upload fileKlik ikon πŸ“Ž atau drag file langsung ke kotak
Upload gambarSama β€” Claude bisa "melihat" gambar dan screenshot
Ganti modelKlik nama model di sudut kiri input box
Kirim pesanEnter atau klik tombol ➀
Newline di pesanShift + Enter
Stop responsKlik tombol ⏹ yang muncul saat Claude sedang menjawab

Artifacts β€” Output Interaktif

Ketika Claude menghasilkan konten panjang atau kode, secara otomatis muncul panel Artifacts di sisi kanan. Ini bukan sekadar tampilan β€” kamu bisa:

  • Preview langsung β€” kode HTML/React bisa di-render secara live
  • Copy sekali klik β€” tombol copy ada di pojok kanan atas Artifact
  • Download β€” beberapa jenis Artifact bisa langsung diunduh
  • Edit & iterate β€” minta Claude revisi, Artifact langsung update
πŸ’‘
Kapan Artifact muncul?
Saat Claude membuat: kode (HTML/CSS/JS/Python), dokumen Markdown panjang, SVG, diagram, tabel data besar. Untuk respons teks biasa Artifact tidak muncul.

Keyboard Shortcuts Penting

ShortcutFungsi
⌘/Ctrl + KBuka command palette / pencarian chat
⌘/Ctrl + Shift + OChat baru
⌘/Ctrl + /Toggle sidebar
EscTutup Artifact panel

Starred Chats & Riwayat

Claude menyimpan semua riwayat chat di sidebar. Tips organisasi:

  • Rename chat β€” klik kanan atau β‹― di samping nama chat β†’ Rename. Beri nama deskriptif bukan "New Chat".
  • Star chat β€” chat penting bisa di-pin di atas sidebar.
  • Delete chat β€” hapus chat yang sudah tidak relevan untuk menjaga sidebar bersih.
⚠️
Chat baru = memori baru
Setiap chat baru Claude mulai dari nol β€” tidak ingat percakapan sebelumnya. Untuk konteks yang persisten, gunakan Projects (dibahas di Bab 5).

Memory β€” Preferensi yang Diingat

Claude punya fitur Memory yang menyimpan fakta tentang kamu lintas semua percakapan. Untuk mengaktifkan:

1
Settings β†’ Features
Aktifkan toggle "Memory".
2
Minta Claude mengingat
Ketik: "Ingat bahwa aku bekerja di bidang marketing, bahasa preferensiku Indonesia, dan aku tidak suka respons terlalu panjang."
3
Kelola memori
Settings β†’ Memory β†’ lihat dan hapus memori yang tidak relevan.

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Β· Bab 3

Model & Token

Pahami perbedaan Haiku, Sonnet, Opus β€” dan cara kerja token agar tidak boros kuota.

⏱ ~15 menit
Pemula

Tiga Model Claude

ModelKarakterCocok untukKapan JANGAN pakai
Haiku 4.5Cepat, ringanTranslate, rangkum singkat, Q&A sederhana, klasifikasi teks, draft email singkatAnalisis mendalam, coding, reasoning
Sonnet 4.6SeimbangPekerjaan sehari-hari: drafting, analisis dokumen, brainstorming, risetTask yang butuh reasoning sangat dalam
Opus 4.8Paling kuatCoding kompleks, analisis mendalam, reasoning multi-langkah, final reviewTask ringan β€” boros token tidak perlu
βœ…
Default yang aman
Mulai dengan Sonnet untuk hampir semua tugas. Naik ke Opus kalau hasil kurang memuaskan atau task sangat kompleks. Turun ke Haiku kalau hanya butuh output cepat dan singkat.

Cara Ganti Model

1
Lihat nama model di input box
Di bawah kiri kotak input ada tombol yang menampilkan nama model aktif saat ini (misalnya "Claude Sonnet 4.6").
2
Klik untuk ganti
Dropdown muncul β€” pilih model yang diinginkan. Perubahan berlaku untuk pesan berikutnya di chat yang sama.
3
Ganti mid-conversation
Kamu bisa ganti model kapan saja dalam percakapan. Berguna kalau mulai dengan Sonnet lalu task makin kompleks.

Token: Cara Kerja

Token adalah unit terkecil yang diproses AI. Analoginya seperti "suku kata" untuk komputer.

πŸ“₯
Input Token
Semua yang masuk: teks prompt, file yang diupload, history chat, system prompt. Semua terhitung.
πŸ“€
Output Token
Semua yang Claude hasilkan. Respons panjang = output token besar.
πŸͺŸ
Context Window
Batas total token yang bisa "dilihat" Claude sekaligus. ~200K token β‰ˆ sekitar 150.000 kata.
πŸ“Š
Usage Limit
Kuota per plan. Bukan per hari β€” sistem rolling window, reset otomatis berkala.

Estimasi Token

  • 1 token β‰ˆ 4 karakter β‰ˆ ΒΎ kata bahasa Inggris
  • 1 halaman A4 teks β‰ˆ 500–750 token
  • 1 gambar resolusi sedang β‰ˆ 200–500 token
  • 1 file PDF 10 halaman β‰ˆ 5.000–8.000 token

Cek Sisa Kuota

Settings β†’ Usage β€” lihat berapa pesan yang sudah terpakai. Notifikasi otomatis muncul di chat kalau sudah mendekati limit.

5 Cara Hemat Token

1
Satu chat, satu tugas
History percakapan panjang ikut terbaca sebagai input. Chat baru untuk topik baru.
2
Caveman prompting
Buang basa-basi. "Jelaskan token. Singkat. 3 poin." jauh lebih hemat dari paragraf penjelasan panjang.
3
Minta jawaban ringkas
Tambahkan "Jawab singkat" atau "Maks 200 kata" di prompt kalau tidak butuh penjelasan panjang.
4
Pakai .md bukan PDF
File teks polos (.md, .txt) jauh lebih hemat token dibanding PDF atau DOCX yang berisi data formatting.
5
Upload hanya bagian yang relevan
Jangan upload dokumen 50 halaman kalau hanya butuh analisis 2 bab. Copy-paste bagian yang dibutuhkan saja.
⚠️
Context window penuh β†’ Claude "lupa"
Ketika chat sangat panjang dan mendekati batas context window, Claude mulai "melupakan" bagian awal percakapan β€” bukan awal terbaru, tapi awal paling lama. Solusi: mulai chat baru dengan ringkasan konteks.

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Β· Bab 4

Prompting Efektif

Dari prompt generik ke instruksi yang menghasilkan output berkualitas β€” teknik dasar sampai lanjutan.

⏱ ~20 menit
Menengah

Anatomi Prompt yang Baik

Prompt yang efektif punya 4 komponen. Tidak semua harus ada setiap saat, tapi semakin lengkap semakin baik hasilnya.

KomponenPertanyaan yang dijawabContoh
PeranClaude harus jadi siapa?"Kamu adalah copywriter B2B berpengalaman."
KonteksSituasinya seperti apa?"Aku sedang bikin proposal untuk klien di industri FMCG."
TugasApa yang harus dilakukan?"Buat executive summary 1 halaman dari dokumen ini."
FormatOutput-nya harus seperti apa?"Gunakan bullet points, bahasa Indonesia profesional, max 300 kata."

Teknik: Caveman Prompting

Buang semua basa-basi. Claude tidak butuh kata "tolong" atau "bisakah kamu". Langsung ke inti.

❌
Tidak efisien
"Hei Claude, aku harap kamu baik-baik saja. Bisakah kamu tolong membantu aku untuk membuat sebuah email yang..."
βœ…
Efisien
"Tulis email follow-up ke klien yang belum reply 3 hari. Nada: profesional tapi hangat. Bahasa Indonesia."

Teknik: Berikan Contoh (Few-shot)

Kalau mau output dengan format atau gaya tertentu, tunjukkan contohnya. Claude akan meniru pola itu.

Kategorikan feedback pelanggan berikut. Format seperti contoh ini:

Contoh:
Input: "Aplikasinya lambat banget waktu upload foto"
Output: [Bug/Performance] Upload foto

Sekarang kategorikan:
1. "Tombol checkout tidak bisa diklik di iPhone"
2. "Warna tampilannya kurang enak dilihat"

Teknik: Chain of Thought

Untuk masalah kompleks, minta Claude berpikir step by step sebelum menjawab.

Sebelum menjawab, tuliskan dulu langkah-langkah logis yang kamu
pakai untuk sampai ke kesimpulan.

Pertanyaan: Apakah strategi harga penetration pricing cocok
untuk produk SaaS B2B yang kami launch bulan depan?
πŸ’‘
Mengapa ini efektif?
Ketika Claude "dipaksa" menuliskan reasoning-nya, kualitas jawaban meningkat signifikan. Claude tidak bisa skip langkah logis kalau harus menuliskannya secara eksplisit.

Teknik: Iterasi via Edit

Jangan expect output sempurna di percobaan pertama. Workflow yang lebih efisien:

1
Draft pertama β€” brief & cepat
"Buat outline untuk artikel tentang manajemen waktu untuk manager." β€” tidak perlu detail dulu.
2
Review & identifikasi yang kurang
Baca hasil, tandai bagian yang perlu diubah.
3
Instruksi spesifik untuk revisi
"Bagian 3 terlalu umum. Ganti dengan contoh konkret dari konteks corporate Indonesia."
4
Ulangi sampai sesuai
Biasanya 2–3 iterasi sudah menghasilkan output yang solid.

Teknik: Role Stacking

Untuk analisis komprehensif, minta Claude menjawab dari beberapa perspektif sekaligus.

Analisis proposal bisnis ini dari 3 perspektif berbeda:
1. CFO yang skeptis soal ROI
2. Head of Marketing yang fokus ke brand impact
3. Tech Lead yang khawatir soal implementasi

Berikan masing-masing perspektif dalam 2-3 paragraf singkat.

Prompt Template yang Sering Berguna

# Summarize dokumen
"Baca dokumen ini dan buat ringkasan eksekutif maks 200 kata.
Fokus pada: keputusan yang perlu diambil, risiko utama, next steps."

# Analisis data
"Data ini berisi [jelaskan]. Temukan 3 insight terpenting dan
buat rekomendasi aksi yang spesifik untuk masing-masing."

# Improve teks
"Perbaiki teks ini. Pertahankan semua fakta dan poin utama.
Tujuan: lebih jelas, lebih singkat, nada lebih profesional."

# Brainstorm
"Generate 10 ide untuk [tujuan]. Untuk setiap ide:
- 1 kalimat deskripsi
- Hambatan utama
- Estimasi effort (rendah/sedang/tinggi)"

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Β· Bab 5

Skills & Projects

Bangun sistem kerja yang persisten β€” Claude yang sudah "tahu" konteks bisnismu tanpa perlu dijelaskan ulang setiap saat.

⏱ ~25 menit
Menengah

Apa itu Project?

Project adalah ruang kerja di Claude yang menyimpan tiga hal sekaligus: instruksi permanen (Custom Instructions), dokumen referensi (Project Knowledge), dan semua chat yang terkait tugas itu. Setiap chat baru dalam satu Project otomatis punya akses ke semuanya.

πŸ’‘
Project vs Chat biasa
Chat biasa: Claude mulai dari nol setiap saat. Project: Claude selalu ingat siapa kamu, apa konteks bisnisnya, dokumen apa yang relevan, dan format output seperti apa yang kamu mau β€” tanpa perlu dijelaskan ulang.

Buat Project Pertama

1
Klik "Projects" di sidebar kiri
Lalu klik tombol "+ New Project".
2
Beri nama deskriptif
Contoh: "Weekly Report Marketing", "Analisis Kompetitor", "Customer Support Scripts". Bukan "Project 1".
3
Tulis Custom Instructions
Ini system prompt Project. Contoh template di bawah.
4
Upload Project Knowledge
Klik "Add content" β€” bisa upload file atau paste teks. Ini jadi "referensi" Claude untuk semua chat dalam Project ini.

Template Custom Instructions

## Peranmu
Kamu adalah asisten senior untuk tim Marketing PT [nama perusahaan].

## Konteks bisnis
- Industri: [jelaskan]
- Target audience: [jelaskan]
- Produk utama: [jelaskan]
- Kompetitor utama: [jelaskan]

## Cara kerjamu
- Selalu gunakan Bahasa Indonesia profesional
- Jawaban harus actionable, bukan teori saja
- Format output default: heading H2, bullet points, bold untuk poin penting
- Kalau tidak yakin, tanya dulu jangan asumsi

## Yang tidak boleh dilakukan
- Jangan beri saran yang butuh budget besar tanpa diminta
- Jangan gunakan jargon terlalu teknis

Apa itu Skill?

Skill adalah instruksi spesifik yang mendefinisikan satu kemampuan Claude β€” cara dia berperilaku untuk jenis tugas tertentu. Skill dibuat sebagai file SKILL.md dan diunggah ke Project Knowledge.

Yang membuat Skill powerful: Claude auto-trigger skill berdasarkan konteks percakapan. Kamu tidak perlu mengetik nama skill-nya β€” cukup mulai dengan tugas yang sesuai.

Struktur SKILL.md

---
name: weekly-report-generator
description: >
  Aktif ketika diminta membuat weekly report, laporan mingguan,
  atau recap aktivitas periode tertentu
---

## Tugasmu
Generate weekly report dari data yang diberikan.

## Format output wajib
1. **Executive Summary** (3 kalimat, untuk atasan yang sibuk)
2. **Highlight Minggu Ini** (3-5 bullet points, achievements)
3. **Tantangan & Blocker** (apa yang menghambat, butuh bantuan apa)
4. **Rencana Minggu Depan** (maks 5 item dengan PIC dan deadline)

## Aturan
- Gunakan angka/data konkret, bukan kata-kata umum
- Kalau data tidak lengkap, tandai dengan [DATA DIBUTUHKAN]
- Nada: profesional tapi tidak kaku

Contoh Use Case Skills per Profesi

ProfesiSkill yang berguna
Marketingbrief-writer, social-caption, campaign-analyzer, competitor-watcher
Financereport-summarizer, variance-analyzer, budget-formatter
HRjd-writer, interview-questions, onboarding-checklist
Salesproposal-builder, follow-up-email, objection-handler
Productprd-writer, user-story-generator, feedback-synthesizer
⚠️
Data sensitif di Project Knowledge
File yang diupload tersimpan di server Anthropic. Untuk laporan keuangan, data pelanggan, atau pricing internal: nonaktifkan "Help improve AI" di Settings, atau pakai versi yang sudah dianonimkan.

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Β· Bab 6

Cowork & MCP

Claude Desktop, Cowork, Dispatch, dan cara menyambungkan Claude ke aplikasi yang sudah kamu pakai sehari-hari.

⏱ ~20 menit
Menengah

Install Claude Desktop

1
Download installer
Buka claude.ai/download β†’ pilih versi Mac atau Windows β†’ download installer.
2
Install & login
Mac: drag ke Applications. Windows: jalankan .exe installer. Login dengan akun Claude yang sama.
3
Cek versi terbaru
Claude Desktop β†’ menu Help β†’ Check for updates. Selalu pakai versi terbaru untuk akses fitur Cowork dan Dispatch.

Fitur Cowork

Cowork adalah mode Claude Desktop di mana Claude bisa melihat layarmu, baca file lokal, dan menjalankan aksi di komputer β€” dengan izinmu. Muncul sebagai tab tersendiri di sidebar kiri aplikasi.

πŸ‘
Screen Aware
Claude bisa melihat apa yang ada di layarmu (screenshot) untuk memberikan instruksi yang kontekstual.
πŸ“
File Access
Baca dan tulis file di folder yang kamu izinkan. Tidak perlu upload manual.
⚑
Act Mode
Claude bisa menjalankan aksi di browser atau aplikasi (klik, isi form) β€” untuk otomasi ringan.
πŸ“±
Dispatch
Akses Claude Desktop dari HP saat laptop menyala. Layar HP β†’ kontrol Claude di laptop.

Setup Dispatch (Akses dari HP)

1
Pastikan laptop menyala & terhubung internet
Dispatch tidak bisa diakses kalau laptop sleep atau mati.
2
Buka Claude Desktop β†’ tab Dispatch
Ada QR code atau URL unik yang ditampilkan.
3
Scan QR dari HP
Atau buka URL-nya di browser HP. Langsung terhubung ke sesi Claude Desktop di laptop.

MCP β€” Model Context Protocol

MCP adalah protokol yang memungkinkan Claude terhubung langsung ke aplikasi dan layanan eksternal β€” tanpa harus upload file atau copy-paste data. Claude bisa read dan write ke sistem yang terhubung secara real-time.

Connector yang Tersedia

ConnectorYang bisa dilakukan Claude
Google DriveBaca file, tulis dokumen baru, update spreadsheet
GmailBaca email, draft balasan, cari thread spesifik
Google CalendarLihat jadwal, buat event, recap agenda hari ini
Microsoft 365Baca/tulis Word, Excel, Outlook, Teams
GitHubBaca repo, buat issue, review PR
SlackBaca channel, kirim pesan, cari percakapan
NotionBaca/tulis halaman, update database

Cara Tambah Connector

1
Settings β†’ Integrations (atau Connectors)
Di Claude.ai atau Claude Desktop.
2
Pilih connector
Cari layanan yang ingin disambungkan, klik "Connect".
3
Authorize via OAuth
Login ke akun layanan tersebut dan berikan izin. Pilih scope sesempit mungkin β€” jangan beri akses lebih dari yang dibutuhkan.
4
Test di chat
"Tampilkan 5 email terbaru dari hari ini" β€” kalau Gmail terhubung, Claude langsung bisa mengambilnya.
⚠️
Connector aktif makan lebih banyak token
Setiap Connector yang aktif menambah context yang diproses Claude. Nonaktifkan connector yang tidak sedang dipakai untuk menghemat token dan mempercepat respons.

πŸ“Ί Video Tutorial

GitHub Β· Bab 7

Buat Akun & Repo Pertama

GitHub adalah tempat menyimpan, memversi, dan berbagi kode. Ini fondasi sebelum bisa deploy ke Vercel atau kolaborasi dengan AI coding tools.

⏱ ~20 menit
πŸ”— github.com
Developer

Kenapa Perlu GitHub?

πŸ’Ύ
Version Control
Setiap perubahan tercatat. Bisa undo ke versi manapun kapanpun β€” seperti Ctrl+Z tanpa batas.
πŸš€
Deploy ke Vercel
Vercel, Netlify, Render semuanya butuh repo GitHub sebagai sumber kode untuk deploy.
🀝
Kolaborasi
Bekerja paralel dengan tim tanpa overwrite pekerjaan satu sama lain.
πŸ€–
AI Integration
OpenCode, GitHub Copilot, dan Claude Code semua terintegrasi langsung ke GitHub.

Buat Akun GitHub

1
Buka github.com β†’ Sign up
Klik tombol "Sign up" di pojok kanan atas.
2
Isi email & password
Pakai email yang aktif. Password minimal 8 karakter dengan kombinasi huruf + angka.
3
Pilih username
Username akan jadi bagian dari URL repositorimu: github.com/username/repo-name. Pilih yang profesional dan mudah diingat.
4
Verifikasi email
GitHub kirim kode 6 digit ke email. Masukkan kode untuk aktivasi.
5
Pilih plan β€” Free sudah cukup
Plan Free sudah mencakup unlimited public & private repos, GitHub Actions, dan semua yang kita butuhkan.

Buat Repository Pertama

Repository (repo) adalah folder project di GitHub. Setiap project punya repo sendiri.

1
Klik "+" β†’ New repository
Tombol "+" ada di pojok kanan atas setelah login.
2
Isi detail repo
Repository name: nama project, gunakan huruf kecil dan tanda hubung (contoh: my-portfolio-site)

Description: opsional tapi berguna

Visibility: Public (bisa dilihat siapapun) atau Private (hanya kamu)
3
Centang "Add a README file"
README.md adalah halaman depan repo. Penting untuk menjelaskan apa isi project ini.
4
Pilih .gitignore template
Kalau project Node.js, pilih template "Node". Ini mencegah file seperti node_modules ikut terupload.
5
Klik "Create repository"
Repo langsung aktif dengan URL: github.com/[username]/[repo-name]

Anatomi Halaman Repo

BagianFungsi
Code tabLihat semua file, browse isi folder, baca konten file
Issues tabCatat bug, feature request, atau task yang perlu dikerjakan
Pull RequestsTempat review perubahan kode sebelum di-merge ke main branch
Actions tabCI/CD β€” otomatis test & deploy setiap ada perubahan
Settings tabManage akses, deploy keys, webhooks, delete repo
README.mdOtomatis ditampilkan di bawah daftar file β€” halaman depan repo

Edit File Langsung di GitHub

Untuk perubahan kecil, tidak perlu download ke komputer dulu:

1
Klik file yang ingin diedit
Misalnya README.md.
2
Klik ikon pensil ✏️
Di kanan atas tampilan file.
3
Edit teks langsung di browser
GitHub punya editor teks bawaan.
4
Commit changes
Scroll ke bawah β†’ isi commit message (apa yang berubah) β†’ klik "Commit changes".
βœ…
GitHub.dev β€” VS Code di browser
Di halaman repo, tekan tombol . (titik) di keyboard. Repo langsung terbuka di VS Code versi browser β€” lebih nyaman untuk edit banyak file sekaligus tanpa install apapun.

πŸ“Ί Video Tutorial

GitHub Β· Bab 8

Git Workflow

Commit, push, branch, pull request β€” siklus kerja dasar yang wajib dikuasai sebelum bisa kolaborasi atau deploy otomatis.

⏱ ~25 menit
Developer

Konsep Dasar Git

πŸ“Έ
Commit
Snapshot perubahan yang disimpan. Setiap commit punya pesan yang menjelaskan apa yang berubah.
⬆️
Push
Kirim commit dari komputer lokal ke GitHub (remote). Buat perubahan bisa dilihat di web dan di-deploy.
⬇️
Pull
Ambil perubahan terbaru dari GitHub ke komputer. Penting kalau ada perubahan dari orang lain atau dari deploy tools.
🌿
Branch
Salinan paralel dari kode. Buat fitur baru di branch terpisah agar main branch tetap stabil.

Setup Git di Komputer (Sekali Saja)

# Install Git β€” cek dulu apakah sudah ada
git --version

# Kalau belum: download dari git-scm.com

# Konfigurasi identitas (nama & email harus sama dengan akun GitHub)
git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "email@kamu.com"

# Verifikasi
git config --list

Workflow Harian: Clone β†’ Edit β†’ Commit β†’ Push

1
Clone repo ke komputer lokal
Di halaman repo GitHub, klik tombol hijau "Code" β†’ copy URL HTTPS.
git clone https://github.com/username/repo-name.git
Ini membuat folder di komputer dengan semua file repo.
2
Masuk ke folder repo
cd repo-name
3
Edit file sesuai kebutuhan
Pakai editor apapun (VS Code, Notepad, dll). Kalau pakai AI tools seperti OpenCode, ini tempat mereka bekerja.
4
Lihat perubahan
git status β€” lihat file mana yang berubah
git diff β€” lihat detail apa yang berubah baris per baris
5
Stage perubahan
git add nama-file.txt β€” stage file tertentu
git add . β€” stage semua perubahan
6
Commit dengan pesan jelas
git commit -m "feat: tambah halaman kontak"
Format pesan commit yang baik: tipe: deskripsi singkat
Tipe umum: feat (fitur baru), fix (bug fix), update (perubahan), docs (dokumentasi)
7
Push ke GitHub
git push origin main
Perubahan langsung terlihat di github.com dan Vercel otomatis deploy ulang kalau sudah di-connect.

Bekerja dengan Branch

# Buat branch baru untuk fitur
git checkout -b nama-fitur

# Kerjakan perubahan, lalu commit seperti biasa

# Push branch ke GitHub
git push origin nama-fitur

# Setelah selesai, merge ke main via Pull Request di GitHub
πŸ’‘
Kapan perlu branch?
Untuk project solo: tidak wajib, langsung di main saja. Untuk project tim atau production: selalu buat branch untuk setiap fitur/perubahan besar, review via PR, baru merge ke main.

Perintah Git Darurat

# Batalkan perubahan yang belum di-commit (hati-hati: tidak bisa undo!)
git checkout -- nama-file.txt

# Lihat riwayat commit
git log --oneline

# Ambil perubahan terbaru dari GitHub
git pull origin main

# Kalau terjadi conflict saat pull
# Edit file yang conflict (tandai <<<< HEAD ====),
# lalu commit ulang setelah resolve

πŸ“Ί Video Tutorial

GitHub Β· Bab 9

GitHub Desktop

Alternatif GUI untuk yang tidak nyaman dengan terminal β€” semua fungsi Git tersedia dengan klik, tanpa perlu hafal command.

⏱ ~15 menit
πŸ”— desktop.github.com
Non-Dev Friendly

Install GitHub Desktop

1
Download dari desktop.github.com
Pilih versi Mac atau Windows. File installer sekitar 100MB.
2
Install & login
Mac: drag ke Applications. Windows: jalankan installer. Login dengan akun GitHub yang sudah dibuat.
3
Configure Git identity
Desktop akan otomatis mengambil nama & email dari akun GitHub. Klik "Finish".

Clone Repo via Desktop

1
File β†’ Clone Repository
Atau Ctrl/Cmd+Shift+O.
2
Pilih dari daftar repo
Tab "GitHub.com" akan menampilkan semua repo di akunmu. Klik yang ingin di-clone.
3
Pilih lokasi folder
Tentukan di mana folder repo akan disimpan di komputer. Klik "Clone".

Commit & Push via Desktop

1
Edit file di editor
Buka folder repo di VS Code atau editor apapun. Edit file seperti biasa.
2
Lihat perubahan di Desktop
Otomatis terdeteksi di panel kiri. File yang berubah ditandai, dan panel kanan menampilkan diff baris per baris.
3
Tulis commit message
Di kotak "Summary" (wajib) dan "Description" (opsional) di pojok kiri bawah.
4
Klik "Commit to main"
Commit tersimpan secara lokal.
5
Klik "Push origin"
Tombol di atas β†’ perubahan dikirim ke GitHub. Vercel otomatis deploy ulang kalau sudah di-connect.
βœ…
Open in VS Code
Di GitHub Desktop, klik "Open in Visual Studio Code" (atau editor lain) untuk langsung buka seluruh project. Lebih nyaman dari buka file satu per satu.

πŸ“Ί Video Tutorial

Vercel Β· Bab 10

Deploy dari GitHub ke Vercel

Dari repo GitHub ke URL live yang bisa diakses siapapun di internet β€” dalam hitungan menit, tanpa konfigurasi server.

⏱ ~15 menit
πŸ”— vercel.com
Gratis

Kenapa Vercel?

Vercel adalah platform hosting yang paling populer untuk web app modern. Deploy semudah connect repo GitHub β€” Vercel handle sisanya: build, CDN global, HTTPS otomatis, domain gratis .vercel.app.

Buat Akun Vercel

1
Buka vercel.com β†’ Sign Up
Pilih "Continue with GitHub" β€” ini cara paling mudah karena Vercel butuh akses ke repo GitHub-mu.
2
Authorize Vercel di GitHub
GitHub akan meminta konfirmasi untuk memberikan izin ke Vercel. Klik "Authorize Vercel".
3
Pilih plan β€” Hobby (gratis)
Plan Hobby sudah lebih dari cukup: unlimited deploys, domain .vercel.app, HTTPS, preview deployments.

Deploy Project Pertama

1
Klik "Add New β†’ Project"
Di dashboard Vercel.
2
Import Git Repository
Vercel menampilkan daftar repo GitHub-mu. Cari repo yang ingin di-deploy, klik "Import".
3
Konfigurasi build
Vercel biasanya auto-detect framework (Next.js, Vite, React, dll) dan mengisi Build Command + Output Directory secara otomatis. Untuk project sederhana HTML tidak perlu diubah.
4
Klik "Deploy"
Vercel mulai proses build. Bisa lihat log real-time. Selesai dalam 30 detik sampai beberapa menit.
5
Akses URL live
Setelah deploy selesai, Vercel memberikan URL seperti nama-project.vercel.app β€” langsung bisa dibuka siapapun.
βœ…
Auto-deploy setiap push
Setelah connected, setiap kali kamu push ke branch main di GitHub, Vercel otomatis build dan deploy ulang. Tidak perlu manual trigger. Ini yang membuat workflow Claude Code β†’ GitHub β†’ Vercel sangat powerful.

Preview Deployments

Setiap push ke branch selain main (misalnya feature branch) otomatis mendapat URL preview tersendiri β€” nama-branch.nama-project.vercel.app. Berguna untuk review sebelum merge ke production.

πŸ“Ί Video Tutorial

Vercel Β· Bab 11

Environment Variables & Custom Domain

Simpan API key dengan aman dan pakai domain sendiri untuk tampilan yang lebih profesional.

⏱ ~15 menit
Menengah

Environment Variables

API key, database URL, dan secret lainnya tidak boleh di-hardcode di kode yang masuk ke GitHub. Simpan di Vercel sebagai Environment Variables β€” aman, tidak terekspos di repo.

1
Masuk ke project settings
Dashboard Vercel β†’ klik nama project β†’ tab "Settings" β†’ "Environment Variables".
2
Tambah variable baru
Key: nama variabel, huruf besar dengan underscore (contoh: ANTHROPIC_API_KEY)

Value: nilai aktualnya

Environment: pilih Production, Preview, Development, atau All
3
Redeploy
Setelah tambah env var, perlu trigger redeploy agar nilai baru terbaca. Deployments β†’ Redeploy.
# Di kode (Node.js/Vite), akses env var seperti ini:
process.env.ANTHROPIC_API_KEY    # Node.js
import.meta.env.VITE_API_KEY     # Vite (harus prefix VITE_)
πŸ”’
Jangan pernah commit API key ke GitHub
Tambahkan .env ke file .gitignore sebelum commit. API key yang terekspos di GitHub public repo bisa langsung disalahgunakan oleh bot scanner dalam hitungan menit.

Custom Domain

1
Beli domain
Beli domain di Namecheap, Cloudflare, GoDaddy, atau Niagahoster (untuk .id). Domain .com mulai $10–15/tahun.
2
Settings β†’ Domains β†’ Add
Di project Vercel, masukkan nama domain yang ingin digunakan (contoh: namaproject.com).
3
Update DNS di registrar domain
Vercel akan memberikan nameserver atau A record yang perlu ditambahkan di panel DNS registrar domainmu. Ikuti instruksinya.
4
Tunggu propagasi DNS
Biasanya 5–30 menit, tapi bisa sampai 48 jam. Vercel otomatis generate SSL certificate setelah DNS aktif.

Monitoring & Logs

TabIsi
DeploymentsRiwayat semua deploy, status (success/failed), log build
AnalyticsTraffic, page views, performance metrics (plan berbayar)
LogsRuntime logs dari serverless functions
Speed InsightsCore Web Vitals β€” seberapa cepat sitemu di mata user

πŸ“Ί Video Tutorial

Replit Β· Bab 12

Buat Akun & Kenali Replit

Code editor, runtime, dan hosting dalam satu platform berbasis browser β€” tidak perlu install apapun di komputer. Kenali semua fitur dan menu sebelum mulai coding.

⏱ ~25 menit
πŸ”— replit.com
No-Install

Replit vs GitHub + Vercel

ReplitGitHub + Vercel
SetupLangsung pakai, tanpa installPerlu Git, Node.js, setup lokal
Cocok untukPrototipe cepat, belajar coding, eksperimenProject serius yang butuh version control penuh
KolaborasiReal-time multiplayer editing (seperti Google Docs)Lewat pull request dan branch
AI IntegrationReplit AI built-in (Agent + Chat)Perlu tools eksternal (OpenCode, dll)
DeployLangsung dari editor β€” Static, Autoscale, Reserved VMLewat Vercel dashboard
HargaGratis terbatas, paid untuk always-onGitHub gratis, Vercel gratis dengan limit

Buat Akun Replit

1
Buka replit.com β†’ Sign Up
Tersedia: Continue with Google, GitHub, atau email. Paling cepat pakai Google (1 klik).
2
Isi username
Akan jadi bagian dari URL Repl-mu: replit.com/@username/nama-repl. Pilih yang profesional β€” tidak bisa diganti nanti.
3
Pilih plan
Plan Starter (gratis) sudah cukup untuk belajar. Ada limit 0.5 vCPU, 2 GB RAM, 500 MB storage. Kalau butuh always-on, naik ke Core ($25/bln) atau Teams ($40/bln).
4
Onboarding wizard
Pilih bahasa/bahasa yang ingin dipelajari atau skip. Dashboard utama akan terbuka.

Dashboard β€” Peta Menu Utama

Setelah login, kamu akan melihat dashboard utama. Ini semua menu dan fungsinya:

MenuLetakFungsi
HomeSidebar kiri atasFeed aktivitas, rekomendasi template, project terakhir yang dibuka
Create ReplTombol "+" atau "Create" di atasBuat project baru dari template atau import dari GitHub
My ReplsSidebar kiriDaftar semua Repl yang sudah kamu buat. Bisa diurutkan & difilter
TemplatesHalaman Create ReplRatusan template siap pakai: Python, Node.js, HTML/CSS/JS, React, Next.js, Flask, dll
DeploymentsSidebar kiri (setelah punya Repl)Kelola semua deploy: status, URL, logs, settings
AgentTombol "Agent" atau panel kananAI Agent yang bisa membuat app dari instruksi bahasa manusia
SettingsGear icon di ReplKonfigurasi Repl: name, language, shell, always-on, secrets
AccountAvatar pojok kanan atas β†’ SettingsProfil, billing, integrasi GitHub, notification

Buat Repl Baru

1
Klik "+ Create Repl" atau "Create"
Di dashboard, tombol di pojok kiri atas atau tengah halaman. Kamu akan melihat halaman template picker.
2
Pilih template atau mulai dari nol
Template populer:
β€’ HTML, CSS, JS β€” untuk web statis (landing page, link-in-bio, portofolio)
β€’ Node.js β€” untuk backend API, Express, bot
β€’ Python (Flask) β€” untuk web app Python sederhana
β€’ Python (FastAPI) β€” untuk REST API modern
β€’ React (Vite) β€” untuk SPA modern
β€’ Next.js β€” untuk full-stack web app
β€’ Bun β€” runtime JS alternatif yang lebih cepat
3
Beri nama Repl
Nama ini akan jadi bagian dari URL publik: replit.com/@username/nama-repl. Gunakan huruf kecil dan tanda hubung.
4
Klik "Create Repl"
Replit akan menyiapkan container, install dependencies, dan membuka editor.

Import dari GitHub

1
Create Repl β†’ tab "Import from GitHub"
Di halaman Create Repl, klik tab "Import from GitHub" di bagian atas.
2
Connect GitHub
Authorize Replit untuk akses repo GitHub-mu. Hanya perlu sekali saja.
3
Pilih repo
Replit akan clone, detect framework, dan setup environment otomatis.

Anatomi Interface Editor β€” Semua Bagian

Ini peta lengkap interface Replit saat kamu membuka sebuah Repl:

1. Sidebar Kiri β€” Navigasi & Tools

Ikon / MenuNamaFungsi
πŸ“FilesBrowser file project β€” buat folder, rename, delete, upload, download
πŸ”SearchSearch & replace teks di seluruh project (Cmd/Ctrl+Shift+F)
πŸ”€Version Control (Git)Lihat perubahan file, commit, push, pull, branch β€” terintegrasi Git GUI
πŸ€–AI ChatChat dengan AI tentang kode β€” tanya error, minta bantuan, explain kode
πŸ”’SecretsSimpan environment variables / API key secara aman (tidak terlihat di kode)
πŸ“¦PackagesPackage manager β€” search dan install npm/pip package dari UI
🌐WebviewPreview web app langsung di panel kanan (iframe)
πŸ€–AgentAI Agent penuh β€” describe app yang ingin dibuat, Agent akan build dari awal

2. Area Editor β€” Tempat Coding

✏️
Code Editor
Berbasis Monaco (sama seperti VS Code). Support syntax highlighting, autocomplete, multi-cursor, bracket matching, dan fold kode.
πŸ“‘
Tab File
Buka banyak file sekaligus di tab berbeda. Klik kanan untuk split view (2 file berdampingan).
πŸ’‘
AI Autocomplete
Saat mengetik, AI akan menyarankan lanjutan kode. Tekan Tab untuk accept suggestion.
πŸ”Ž
Minimap
Peta mini kode di sisi kanan editor. Klik untuk navigasi cepat ke bagian tertentu.

3. Panel Bawah β€” Console & Shell

TabFungsi
ConsoleOutput dari program yang dijalankan. Lihat log, error, hasil print()
ShellTerminal penuh β€” jalankan perintah bash/zsh: npm install, git status, dll
TestsJalankan dan lihat hasil test kalau ada file test di project
DebugDebugger interaktif β€” set breakpoint, step-through kode

4. Panel Kanan β€” Preview & Output

Untuk web app, panel kanan menampilkan preview langsung dari kode yang dijalankan. Untuk backend/API, panel ini menampilkan URL endpoint. Bisa di-pop out ke tab baru untuk layar lebih lega.

Keyboard Shortcuts Penting

ShortcutFungsi
Cmd/Ctrl + EnterJalankan kode (Run)
Cmd/Ctrl + SSimpan file
Cmd/Ctrl + PBuka file cepat (Quick Open)
Cmd/Ctrl + Shift + PCommand Palette β€” akses semua command
Cmd/Ctrl + `Toggle panel bawah (Shell/Console)
Cmd/Ctrl + BToggle sidebar kiri
Cmd/Ctrl + Shift + FSearch & replace di semua file
Cmd/Ctrl + /Comment / uncomment baris
Cmd/Ctrl + DSelect next occurrence (multi-cursor)
Cmd/Ctrl + /Toggle comment
Ctrl + ` (tilde)Toggle terminal

Fitur Replit Agent β€” AI Building App

Replit Agent adalah AI yang bisa membuat aplikasi lengkap dari instruksi bahasa manusia. Kamu cukup describe apa yang ingin dibuat, dan Agent akan:

  • Memilih framework dan tech stack yang tepat
  • Membuat struktur file dan folder
  • Menulis kode dari awal
  • Install dependencies
  • Menjalankan dan test
  • Fix error secara otomatis
πŸ’‘
Agent vs Chat AI
Agent: Kamu describe app β†’ Agent build semua dari awal (cocok untuk project baru). AI Chat: Kamu minta bantuan spesifik β€” fix error, tambah fitur, explain kode (cocok untuk iterasi).

Fitur Replit Deployments

Replit punya built-in deployment β€” tidak perlu pindah ke Vercel/Netlify. Semua bisa diakses dari tombol "Deploy" di pojok kanan atas editor.

Jenis DeployCocok untukFiturHarga
StaticHTML/CSS/JS tanpa backendAlways-on, URL permanen, CDN globalGratis
Reserved VMBackend API, full-stack appAlways-on, port exposed, 0.5-8 GB RAM$7+/bln
AutoscaleApp dengan traffic tidak stabilScale otomatis 0β†’N, bayar per requestBayar pakai
ScheduledCron job, periodic tasksJalankan script sesuai jadwalBayar pakai

Settings Penting di Replit

1
Klik gear icon βš™οΈ di sidebar kiri
Atau akses dari menu titik tiga di pojok kanan atas editor.
2
Tab General
Ubah nama Repl, pilih bahasa default, atur working directory, dan konfigurasi .replit file (entry point command).
3
Tab Secrets
Tambah environment variables. Contoh: API_KEY = sk-xxx. Value tidak akan terlihat di kode atau log.
4
Tab Version Control
Connect ke repo GitHub. Setelah connect, bisa push/pull langsung dari editor.
5
Tab Packaging
Lihat semua dependencies yang terinstall. Bisa install package baru dari UI tanpa terminal.

Tips Penting untuk Pemula

⚠️
Repl gratis sleep setelah tidak aktif
Repl di plan gratis akan "tidur" (sleep) setelah beberapa menit tidak aktif. Saat ada request masuk, Replit akan "bangunkan" β€” butuh beberapa detik. Kalau butuh selalu aktif, gunakan Static Deploy (gratis) atau upgrade ke Reserved VM.
βœ…
Pakai .replit file
File .replit di root project mendefinisikan command "Run" default. Kamu bisa edit file ini untuk menjalankan npm start, python app.py, atau command apapun saat tombol Run diklik.

πŸ“Ί Video Tutorial

Replit Β· Bab 13

Tutorial: Build & Deploy di Replit

Dari ide sampai URL live β€” step by step membangun aplikasi web menggunakan AI Agent dan deploy ke internet dari browser.

⏱ ~45 menit
πŸ“¦ Node.js Β· HTML Β· CSS
Praktis
🎯
Yang akan dibuat
Website portofolio sederhana β€” halaman single-page dengan foto profil, bio singkat, daftar project, dan form kontak. Deploy ke URL publik gratis tanpa perlu GitHub atau Vercel.

Metode 1: Build dengan Replit Agent (Paling Mudah)

Replit Agent bisa membuat app dari deskripsi bahasa manusia β€” cocok untuk yang tidak mau menulis kode manual.

1
Buka Replit Agent
Di dashboard, klik tombol "Agent" di sidebar kiri, atau buka Repl baru dan pilih "Start with Agent".
2
Describe app yang ingin dibuat
Ketik deskripsi yang jelas:
Buat website portofolio single-page dengan:
- Header: foto profil bulat, nama "Nama Kamu", title "Full Stack Developer"
- Section About: bio singkat 2 paragraf
- Section Skills: grid 6 skill cards (React, Node.js, Python, dll)
- Section Projects: 3 card project dengan gambar placeholder, judul, dan link
- Section Contact: form sederhana (nama, email, pesan)
- Footer: link sosial media (GitHub, LinkedIn, Instagram)
- Desain modern, dark theme, responsive di mobile
- Gunakan HTML + CSS saja, tidak perlu framework
3
Agent mulai bekerja
Agent akan: (1) Rencanakan struktur project β†’ (2) Buat file-file yang dibutuhkan β†’ (3) Install dependencies β†’ (4) Jalankan dan test. Proses ini bisa memakan waktu 2-5 menit. Kamu bisa melihat real-time apa yang dilakukan Agent.
4
Review hasil & minta revisi
Setelah Agent selesai, preview akan muncul di panel kanan. Kalau ada yang perlu diubah, ketik revisi: "Ganti warna background jadi biru gelap, dan tambahkan animasi fade-in untuk section skills". Agent akan update kode-nya.
πŸ’‘
Tips agar Agent menghasilkan yang bagus
Deskripsi yang spesifik > yang umum. Sebutkan warna, ukuran, layout, dan fitur persis yang kamu mau. Kalau punya referensi desain, describe gaya visualnya (minimalis, bold, corporate, playful).

Metode 2: Build Manual dengan AI Chat

Kalau kamu ingin lebih kontrol atas kode, mulai dari template dan pakai AI Chat untuk bantuan.

Step 1: Buat Repl dari Template

1
Create Repl β†’ pilih "HTML, CSS, JS"
Ini template untuk web statis tanpa backend. File yang dibuat: index.html, style.css, script.js.
2
Beri nama "portofolio-website"
Klik Create. Editor langsung terbuka.

Step 2: Edit index.html

Klik file index.html di panel kiri, lalu tulis atau paste kode berikut:

<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="UTF-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
  <title>Portofolio β€” Nama Kamu</title>
  <link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
<body>
  <header class="hero">
    <img src="https://picsum.photos/150" alt="Foto Profil" class="avatar">
    <h1>Nama Kamu</h1>
    <p class="title">Full Stack Developer</p>
    <p class="bio">Membuat web application yang modern, cepat, dan user-friendly.
       Passionate dengan clean code dan desain yang menarik.</p>
  </header>

  <section class="skills">
    <h2>Skills</h2>
    <div class="grid">
      <div class="card">React</div>
      <div class="card">Node.js</div>
      <div class="card">Python</div>
      <div class="card">TypeScript</div>
      <div class="card">PostgreSQL</div>
      <div class="card">Tailwind CSS</div>
    </div>
  </section>

  <section class="projects">
    <h2>Projects</h2>
    <div class="grid">
      <div class="project-card">
        <img src="https://picsum.photos/400/200?random=1" alt="Project 1">
        <h3>Dashboard Analytics</h3>
        <p>Web app untuk visualisasi data penjualan dengan chart interaktif.</p>
      </div>
      <div class="project-card">
        <img src="https://picsum.photos/400/200?random=2" alt="Project 2">
        <h3>E-Commerce API</h3>
        <p>REST API untuk toko online dengan auth, cart, dan payment gateway.</p>
      </div>
      <div class="project-card">
        <img src="https://picsum.photos/400/200?random=3" alt="Project 3">
        <h3>Chat App</h3>
        <p>Real-time chat application dengan WebSocket dan private messaging.</p>
      </div>
    </div>
  </section>

  <section class="contact">
    <h2>Hubungi Saya</h2>
    <form id="contact-form">
      <input type="text" placeholder="Nama" required>
      <input type="email" placeholder="Email" required>
      <textarea placeholder="Pesan" rows="4" required></textarea>
      <button type="submit">Kirim</button>
    </form>
  </section>

  <footer>
    <div class="socials">
      <a href="#">GitHub</a>
      <a href="#">LinkedIn</a>
      <a href="#">Instagram</a>
    </div>
    <p>&copy; 2025 Nama Kamu</p>
  </footer>

  <script src="script.js"></script>
</body>
</html>

Step 3: Edit style.css

* { margin: 0; padding: 0; box-sizing: border-box; }
body {
  font-family: 'Inter', sans-serif;
  background: #0F172A;
  color: #E2E8F0;
  line-height: 1.7;
}

.hero {
  text-align: center;
  padding: 80px 20px 60px;
  background: linear-gradient(135deg, #1E293B, #0F172A);
}
.avatar { width: 120px; height: 120px; border-radius: 50%;
  border: 3px solid #3B82F6; margin-bottom: 20px; }
.hero h1 { font-size: 2rem; font-weight: 800; }
.hero .title { color: #3B82F6; font-size: 1.1rem; margin: 8px 0; }
.hero .bio { max-width: 500px; margin: 16px auto 0; color: #94A3B8; }

section { max-width: 700px; margin: 0 auto; padding: 60px 20px; }
h2 { font-size: 1.5rem; margin-bottom: 24px; text-align: center; }

.grid { display: grid; grid-template-columns: repeat(3, 1fr); gap: 12px; }
.card {
  background: #1E293B; padding: 16px; border-radius: 10px;
  text-align: center; font-weight: 600; border: 1px solid #334155;
}
.project-card { background: #1E293B; border-radius: 12px; overflow: hidden; }
.project-card img { width: 100%; height: 160px; object-fit: cover; }
.project-card h3, .project-card p { padding: 12px 16px 0; }
.project-card p { color: #94A3B8; font-size: 0.9rem; padding-bottom: 16px; }

#contact-form { display: flex; flex-direction: column; gap: 12px; }
#contact-form input, #contact-form textarea {
  padding: 12px; border-radius: 8px; border: 1px solid #334155;
  background: #1E293B; color: #E2E8F0; font-size: 0.95rem;
}
#contact-form button {
  padding: 12px; border-radius: 8px; background: #3B82F6; color: #fff;
  font-weight: 700; border: none; cursor: pointer; font-size: 1rem;
}

footer { text-align: center; padding: 40px 20px; border-top: 1px solid #1E293B; }
.socials { display: flex; justify-content: center; gap: 20px; margin-bottom: 12px; }
.socials a { color: #3B82F6; text-decoration: none; font-weight: 600; }

@media (max-width: 600px) {
  .grid { grid-template-columns: repeat(2, 1fr); }
}

Step 4: Edit script.js

document.getElementById('contact-form').addEventListener('submit', (e) => {
  e.preventDefault();
  alert('Terima kasih! Pesanmu sudah dikirim.');
  e.target.reset();
});

Step 5: Klik β–Ά Run

Klik tombol hijau β–Ά Run di atas editor. Preview website portofolio akan muncul di panel kanan. Semua perubahan di editor akan otomatis ter-refresh (hot reload).

Install Package dari UI

Kalau project-mu butuh library tambahan, tidak perlu pakai terminal:

1
Klik ikon πŸ“¦ "Packages" di sidebar kiri
Panel packages akan terbuka.
2
Cari package yang diinginkan
Ketik nama package (misal: express, cors, date-fns).
3
Klik "Install"
Replit akan install package dan update file package.json otomatis.

Environment Variables (Secrets)

API key, database URL, dan secret lainnya disimpan di Secrets β€” aman dan tidak terekspos di kode:

1
Klik ikon πŸ”’ "Secrets" di sidebar kiri
Atau buka tab Secrets di panel bawah.
2
Tambah key & value
Key: API_KEY, Value: sk-xxx. Klik "Add new secret".
3
Akses di kode
Node.js: process.env.API_KEY
Python: os.environ.get("API_KEY")
Nilai tidak akan muncul di log atau output terminal.

Deploy ke Internet β€” Step by Step

Setelah app berjalan dengan baik, saatnya publish ke URL publik:

Deploy Gratis (Static)

Cocok untuk HTML/CSS/JS tanpa backend:

1
Klik tombol "Deploy" di pojok kanan atas
Tombol roket πŸš€ di sebelah tombol Run.
2
Pilih "Static"
Untuk web app HTML/CSS/JS tanpa backend/server-side.
3
Klik "Deploy"
Replit akan build dan publish ke URL seperti portofolio-website--username.repl.co.
4
Akses URL publik
URL bisa dibagikan ke siapapun. Selalu aktif (always-on) β€” tidak mati meskipun tab ditutup.

Deploy Backend (Reserved VM)

Untuk app dengan server (Express, Flask, FastAPI):

1
Klik "Deploy" β†’ pilih "Reserved VM"
Atau "Reserved" untuk server yang selalu aktif.
2
Pilih ukuran machine
Starter: 0.5 vCPU, 1 GB RAM. Standard: 4 vCPU, 8 GB RAM. Sesuaikan dengan kebutuhan.
3
Konfigurasi Run Command
Pastikan command menjalankan app dengan benar. Contoh: node index.js atau python app.py.
4
Deploy & akses URL
URL akan seperti portofolio-website--username.repl.app. Selalu aktif, bisa diakses dari mana saja.

Custom Domain di Replit

Gunakan domain sendiri (misal: namakamu.com) alih-alih .repl.co:

1
Tab Settings β†’ Custom Domain
Di halaman Deployment settings Repl-mu.
2
Masukkan nama domain
Contoh: namakamu.com. Klik "Verify".
3
Update DNS di registrar domain
Replit akan memberikan CNAME record atau A record yang perlu ditambahkan di panel DNS domainmu (Namecheap, Cloudflare, dll).
4
Tunggu & verifikasi
Biasanya aktif dalam 5-30 menit. SSL certificate otomatis di-generate oleh Replit.
πŸ’‘
Custom domain butuh deploy dulu
Fitur custom domain hanya tersedia untuk Repl yang sudah di-deploy (bukan Repl biasa yang hanya dijalankan dengan tombol Run).

Monitoring & Debugging

FiturLetakFungsi
LogsTab Console setelah deployLihat log real-time dari app yang berjalan di production
MetricsTab Deployments β†’ MetricsCPU usage, memory, request count, error rate
Replit DBPanel kiri β†’ DatabaseBuilt-in PostgreSQL database gratis (5 GB) untuk project Replit
Shell AccessTab Shell di deployed ReplAkses terminal ke app production untuk debugging

Kolaborasi Real-time

Replit mendukung editing bersamaan (multiplayer) seperti Google Docs:

  • Share link β€” klik "Share" β†’ "Invite collaborators" β†’ kirim link. Mereka bisa edit langsung di browser tanpa perlu install apapun.
  • Multiplayer cursor β€” lihat cursor temanmu bergerak di editor secara real-time.
  • Chat di editor β€” ada fitur chat built-in untuk diskusi sambil coding.
  • Permissions β€” atur apakah collaborator bisa edit, view-only, atau run-only.

Ringkasan: Dari Nol Sampai Live

1
Buka replit.com β†’ Create Repl
Pilih template atau gunakan Agent.
2
Bangun app-nya
Tulis kode manual atau biarkan Agent/AI Chat yang bantu.
3
Run & test
Klik β–Ά Run. Cek preview di panel kanan. Perbaiki error jika ada.
4
Deploy
Klik πŸš€ Deploy β†’ pilih Static atau Reserved VM β†’ Deploy.
5
Bagikan URL
URL publik bisa langsung dibagikan. Selalu aktif dan bisa diakses dari mana saja.
βœ…
Replit = All-in-one platform
Kamu tidak perlu paham Git, terminal, atau deployment tools yang rumit. Semuanya terintegrasi: coding β†’ testing β†’ deploy β†’ monitoring, semua dari satu browser tab.

πŸ“Ί Video Tutorial

Mobile Β· Bab 14

Coding dari HP β€” Termux & Termius

Dua jalur coding dari genggaman: Termux untuk Android (terminal Linux lokal), Termius untuk iOS dan akses SSH ke server remote dari HP manapun.

⏱ ~30 menit
πŸ“± Android & iOS
Gratis
ToolPlatformCara kerjaCocok untuk
TermuxAndroidTerminal Linux lokal di HPJalankan Claude Code langsung di Android
TermiusiOS Β· Android Β· Mac Β· WindowsSSH client β€” connect ke server remoteiPhone/iPad, atau akses VPS dari HP manapun

Jalur A β€” Termux (Android)

πŸ€–
Untuk siapa?
HP Android, tidak punya laptop, ingin environment coding lengkap lokal di HP. Termux memberi terminal Linux di dalam Android β€” bisa install Node.js, Git, Python, Claude Code.

Install Termux

1
Download dari F-Droid β€” bukan Play Store
Buka f-droid.org di browser HP β†’ cari "Termux" β†’ download & install. Versi Play Store sudah tidak diupdate, jangan dipakai.
2
Izinkan install dari sumber tidak dikenal
Android akan minta izin saat install. Izinkan untuk browser yang digunakan.
3
Buka Termux β€” prompt $ muncul = berhasil
Terminal Linux siap digunakan.

Setup Awal & Install Claude Code

# Update dulu
pkg update && pkg upgrade

# Install dependencies
pkg install git nodejs python

# Verifikasi
node --version && git --version

# Install Claude Code
npm install -g @anthropic-ai/claude-code

# Login dengan akun Claude (bukan API key)
claude --login

# Jalankan
claude

Tips Termux

  • Keyboard eksternal sangat disarankan β€” Bluetooth keyboard jauh lebih nyaman dari on-screen
  • Akses storage HP: jalankan termux-setup-storage agar bisa akses folder HP dari terminal
  • Background: Termux tetap jalan saat kamu switch ke app lain
  • Tablet: Android tablet + keyboard eksternal adalah setup paling nyaman

Jalur B β€” Termius (iOS & SSH)

🍎
Untuk siapa?
iPhone/iPad pengguna (iOS tidak punya Termux), atau siapapun yang ingin SSH ke VPS/server remote dari HP. Termius adalah SSH client premium dengan UI yang sangat baik.

Apa itu Termius?

Termius adalah aplikasi SSH client yang tersedia di iOS, Android, Mac, Windows, dan Linux. Fungsinya: connect dari HP ke server remote yang sudah ada Claude Code-nya. Kamu tidak menjalankan Claude Code di HP β€” HP hanya jadi layar untuk kontrol server di cloud.

πŸ”‘
SSH ke VPS
Connect ke DigitalOcean Droplet, AWS EC2, atau VPS lain yang sudah ter-setup Claude Code.
πŸ’»
SSH ke Laptop
Sambungkan HP ke laptop kamu sendiri via SSH (sejauh dalam satu jaringan WiFi yang sama).
πŸ”
Replit SSH
Replit menyediakan akses SSH ke Repl aktif β€” bisa diakses via Termius dari HP.
πŸ“±
Multi-platform
Satu akun Termius sync ke semua device β€” iPhone, iPad, Android, Mac, PC.

Install & Setup Termius

1
Download Termius
iOS: App Store β†’ cari "Termius". Android: Play Store β†’ cari "Termius". Buat akun gratis.
2
Tambah Host baru
Klik "+" β†’ pilih "New Host". Isi: Hostname/IP server, Username (biasanya root atau nama user), Port (default: 22).
3
Pilih metode auth
Password: isi password server. SSH Key (lebih aman): generate key di Termius β†’ upload public key ke server.
4
Connect & jalankan Claude Code
Tap nama host β†’ terminal terbuka. Ketik claude untuk mulai Claude Code session di server.

Cara Paling Mudah: SSH ke Laptop Sendiri

1
Aktifkan SSH di laptop (Mac)
System Settings β†’ General β†’ Sharing β†’ aktifkan "Remote Login". Catat IP lokal laptop (misalnya 192.168.1.10).
2
Aktifkan SSH di laptop (Windows)
Settings β†’ System β†’ Optional Features β†’ cari "OpenSSH Server" β†’ Install & Start.
3
Connect dari Termius di HP
Isi Host dengan IP lokal laptop. Pastikan HP dan laptop terhubung ke WiFi yang sama.
4
Jalankan Claude Code di sesi SSH
Claude Code yang sudah terinstall di laptop bisa dijalankan dari HP melalui Termius.
βœ…
Rekomendasi per situasi
Android, tidak punya laptop β†’ Termux (lokal, gratis penuh). iPhone/iPad β†’ Termius + SSH ke VPS atau laptop. Punya laptop tapi mau coding dari HP β†’ Termius SSH ke laptop sendiri via WiFi.

πŸ“Ί Video Tutorial

Claude Code CLI Β· Bab 15

Install Claude Code dari Awal

Panduan lengkap instalasi Claude Code di terminal β€” mulai dari nol: bash, Homebrew, Git, Node.js, sampai Claude Code siap pakai.

⏱ ~30 menit
πŸ’» Mac Β· Linux Β· Windows
Pemula

Apa yang akan diinstall

Claude Code adalah AI coding assistant dari Anthropic yang berjalan langsung di terminal. Sebelum bisa pakai, kita perlu menyiapkan lingkungan terminal yang lengkap:

ToolKegunaan
Bash / ZshShell terminal β€” sudah ada di Mac/Linux, tinggal cek
HomebrewPackage manager untuk Mac (opsional tapi memudahkan)
GitVersion control β€” dibutuhkan Claude Code
Node.jsRuntime JavaScript β€” Claude Code berjalan di atas Node
Claude CodeAI coding assistant β€” tujuan akhir

πŸͺŸ Untuk Windows (CMD / PowerShell)

Panduan khusus Windows β€” semua langkah dari awal sampai Claude Code siap dipakai di Command Prompt atau PowerShell.

1. Install Git untuk Windows

1
Download Git Installer
Buka git-scm.com/download/win β†’ download otomatis untuk Windows 64-bit.
2
Jalankan installer
Klik Next terus kecuali beberapa opsi penting:

βœ… Pilih "Git from the command line and also from 3rd-party software"
βœ… Pilih "Use bundled OpenSSH"
βœ… Pilih "Use Visual Studio Code as default editor" (kalau ada)
βœ… Pilih "Git Credential Manager" (default)
3
Verifikasi di CMD
Buka Command Prompt (ketik cmd di Start Menu):
git --version
# Output: git version 2.x.x
4
Set identitas Git
git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "email@kamu.com"

2. Install Node.js di Windows

1
Download Node.js LTS
Buka nodejs.org β†’ klik tombol hijau LTS (bukan Current). File .msi akan terdownload.
2
Jalankan installer .msi
Klik Next terus β€” pastikan opsi "Add to PATH" sudah tercentang (defaultnya sudah). Finish.
3
Verifikasi
Buka CMD baru dan ketik:
node --version
# Output: v20.x.x atau v22.x.x
npm --version
# Output: 10.x.x

3. Install Claude Code

npm install -g @anthropic-ai/claude-code

Tunggu sampai selesai. Verifikasi:

claude --version

4. Login ke Claude

Claude Code menggunakan autentikasi login, bukan API key. Setelah install, login dengan akun Claude-mu:

1
Jalankan perintah login
claude --login
Browser akan terbuka ke halaman login Anthropic.
2
Login dengan akun Claude
Masuk dengan akun yang sudah dibuat di Bab 1. Setelah berhasil, browser akan menampilkan "Authentication successful!".
3
Kembali ke terminal
Terminal akan otomatis mendeteksi login berhasil. Claude Code siap dipakai! Tidak perlu API key atau environment variable.

5. Jalankan Claude Code

mkdir project-pertama
cd project-pertama
claude

Saat pertama jalan, Claude Code akan minta izin terminal. Ketik y lalu Enter untuk setuju. Mulai coding!

πŸ’‘
Pakai WSL sebagai alternatif
Kalau mau lingkungan yang sama persis dengan Mac/Linux, install WSL (Windows Subsystem for Linux). Buka PowerShell sebagai Admin, ketik wsl --install β†’ restart β†’ buka Ubuntu dari Start Menu. Setelah itu ikuti panduan Linux di atas.

Untuk Mac & Linux

Ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Cek Shell Terminal

Buka Terminal (Mac) atau terminal emulator (Linux). Cek shell yang kamu pakai:

echo $SHELL
# Output biasanya: /bin/zsh (Mac modern) atau /bin/bash

Mac modern pakai Zsh secara default. Linux umumnya pakai Bash. Dua-duanya sama-sama bisa untuk panduan ini.

2. Install Xcode Command Line Tools (Mac)

Mac butuh Xcode Command Line Tools β€” ini menyediakan compiler dan tools dasar yang dibutuhkan Git dan package manager:

xcode-select --install

Muncul pop-up β†’ klik "Install" β†’ tunggu selesai (5-15 menit tergantung internet). Kalau sudah terinstall sebelumnya akan muncul pesan "error: command line tools are already installed".

βœ…
Cek hasil install
Jalankan xcode-select -p β€” kalau output-nya /Library/Developer/CommandLineTools berarti berhasil.

3. Install Homebrew (Mac β€” opsional)

Homebrew memudahkan install Git dan tools lainnya. Bisa skip kalau sudah punya Git dari Xcode CLI tools.

/bin/bash -c "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/Homebrew/install/HEAD/install.sh)"

Ikuti petunjuk di terminal. Setelah selesai, tambahkan Homebrew ke PATH:

# Untuk Mac dengan chip Apple (M1/M2/M3):
echo 'eval "$(/opt/homebrew/bin/brew shellenv)"' >> ~/.zshrc
eval "$(/opt/homebrew/bin/brew shellenv)"

# Untuk Mac Intel:
echo 'eval "$(/usr/local/bin/brew shellenv)"' >> ~/.zshrc
eval "$(/usr/local/bin/brew shellenv)"

Verifikasi: brew --version

πŸ’‘
Untuk Linux
Pakai apt (Ubuntu/Debian): sudo apt update && sudo apt install git nodejs npm β€” langsung semua bisa diinstall sekaligus. Atau pakai package manager sesuai distro.

4. Install Git

Cek apakah Git sudah ada:

git --version
# Output: git version 2.x.x

Kalau belum ada, install:

# Mac (via Homebrew)
brew install git

# Ubuntu/Debian
sudo apt install git

# Fedora
sudo dnf install git

Konfigurasi identitas Git (wajib β€” ini akan terhubung ke Claude Code):

git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "email@kamu.com"
⚠️
Email harus sama dengan akun GitHub
Gunakan email yang terdaftar di GitHub agar commit-mu tertaut ke akun dengan benar. Cek di github.com/settings/emails.

5. Install Node.js

Claude Code butuh Node.js versi 18 atau lebih baru. Cara termudah: pakai nvm (Node Version Manager):

# Install nvm
curl -o- https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.40.1/install.sh | bash

Setelah selesai, restart terminal atau jalankan:

source ~/.zshrc
# atau: source ~/.bashrc

# Cek nvm
nvm --version

Install Node.js LTS terbaru:

nvm install --lts
nvm use --lts

# Verifikasi
node --version
# Output: v22.x.x atau v20.x.x (LTS)
npm --version
# Output: 10.x.x
βœ…
Alternatif tanpa nvm
Download langsung dari nodejs.org β†’ pilih LTS β†’ installer. Atau via Homebrew: brew install node.

6. Install Claude Code

Setelah Node.js dan Git siap, install Claude Code secara global via npm:

npm install -g @anthropic-ai/claude-code

Tunggu sampai selesai. Verifikasi instalasi:

claude --version
# Output: claude-code x.x.x

7. Login ke Claude

Claude Code menggunakan autentikasi login, bukan API key. Setelah install, login dengan akun Claude:

1
Jalankan perintah login
claude --login
Browser akan terbuka ke halaman login Anthropic.
2
Login dengan akun Claude
Masuk dengan akun yang sudah dibuat di Bab 1.
3
Selesai!
Setelah login berhasil, terminal akan mendeteksinya. Claude Code siap dipakai tanpa perlu environment variable.

8. Jalankan Claude Code Pertama Kali

Buat folder project baru, masuk ke folder itu, lalu jalankan Claude Code:

mkdir project-pertama
cd project-pertama
claude

Saat pertama kali dijalankan, Claude Code akan meminta konfirmasi beberapa izin. Baca dan setujui (type y lalu Enter). Setelah itu, terminal berubah menjadi mode chat β€” kamu bisa mulai coding dengan AI.

πŸ’‘
Koneksi internet diperlukan
Claude Code mengirim prompt ke server Anthropic untuk diproses. Pastikan terhubung internet setiap kali menggunakannya.

Command Penting Claude Code

CommandFungsi
/helpDaftar semua perintah yang tersedia
/clearBersihkan riwayat chat di sesi ini
Ctrl+CBatalkan respons AI yang sedang berjalan
/exit atau Ctrl+DKeluar dari Claude Code

Ringkasan Instalasi

Kalau semua tools sudah ada di komputer, instalasi Claude Code cukup 3 langkah:

node --version                           # cek Node.js
npm install -g @anthropic-ai/claude-code  # install
claude --login                            # login dengan akun Claude
claude                                    # jalan!

πŸ“Ί Video Tutorial

Final Project Β· Bab 16

Pakai Template Build Sesi Eksplorasi

Panduan menggunakan template final project β€” isi konteks, minta AI build, edit sesuai kebutuhan, dan kumpulkan ke TA.

⏱ ~60 menit
πŸ€– Claude Β· ChatGPT Β· Gemini
Pemula

Apa itu Template Build?

Template Build Sesi Eksplorasi adalah panduan step-by-step untuk membangun tools berbasis web menggunakan AI. Template ini terdiri dari 3 bagian:

πŸ“
Bagian 1 β€” Konteks Proyek
Isi data diri, pain yang dipilih, target pengguna, core feature, input & output tools.
βš™οΈ
Bagian 2 β€” System Prompt
Instruksi permanen untuk AI β€” paste di awal sesi agar hasilnya konsisten.
πŸš€
Bagian 3 β€” Build Prompts
3 prompt berurutan: build, perbaiki, deploy. Jalanin satu per satu.

Step 1: Download / Copy Template

Template tersedia di folder MBCL Cohort 1 dengan nama file MBCL 1 Template Build Sesi Eksplorasi.md. Buka file itu di editor teks atau langsung di browser.

βœ…
Pakai AI untuk bantu isi
Upload file .md ini ke AI (Claude / ChatGPT / Gemini) dan minta: "Bantu aku mengisi template ini sesuai pekerjaanku". AI akan mewawancaraimu dan mengisi bagian yang kosong.

Step 2: Isi Bagian 1 β€” Konteks Proyek

Bagian ini yang paling penting. Semakin spesifik, semakin akurat hasil build-nya. Ini yang perlu diisi:

FieldTips
Nama & PekerjaanNama asli dan jabatan kamu saat ini
Pain yang dipilih1 kalimat β€” masalah nyata di pekerjaanmu. Contoh: "sulit melacak approval dokumen yang tersebar di email"
Target penggunaKamu sendiri? Tim? Atasan? Semakin jelas semakin baik
Solusi yang dipilihNama tools dan deskripsi singkat β€” lihat dari Slide 3 atau Assignment
Core feature (1 saja)Pilih SATU fitur paling inti. Satu fitur yang dilakukan dengan baik > 10 fitur setengah jadi
Input & OutputApa yang dimasukkan user? Apa yang tools hasilkan?

Step 3: Upload ke AI

Pilih AI yang akan kamu pakai:

AICara pakai untuk template ini
Claude (claude.ai)Upload file .md β†’ paste Bagian 2 sebagai Project Instructions buat Project baru β†’ jalankan Prompt 1, 2, 3 berurutan
ChatGPTUpload file β†’ minta isi Bagian 1 β†’ setelah terisi, paste Bagian 2 + 3 di chat yang sama
GeminiUpload file β†’ minta bantuan isi template β†’ lanjut build dengan prompt di Bagian 3
ReplitBuat Repl baru β†’ upload file template β†’ paste Bagian 2 sebagai instruksi ke Replit AI β†’ jalankan prompt build

Step 4: Jalankan Build Prompts

Setelah AI memahami konteks, jalankan 3 prompt berikut secara berurutan:

1
Prompt 1 β€” Mulai Build
Ada di Bagian 3 template. Prompt ini menyuruh AI membuat tools dalam 1 file HTML. Langsung jalankan setelah konteks terisi.
2
Prompt 2 β€” Cek & Perbaiki
Coba tools-nya dulu. Catat apa yang kurang atau error. Lalu jalankan Prompt 2 dengan deskripsi masalahmu.
3
Prompt 3 β€” Siap Deploy
Kalau tools sudah berfungsi dengan baik, jalankan Prompt 3. AI akan deploy ke Vercel dan kasih URL publik.
πŸ’‘
Satu chat, satu project
Jangan campur template ini dengan percakapan lain di chat yang sama. Mulai chat baru khusus untuk project final ini. Kalau bisa, buat Project khusus di Claude.ai.

Step 5: Edit untuk Kebutuhan Pribadi

Setelah AI menghasilkan tools, kamu bisa minta perubahan sesuai selera:

  • Ganti warna β€” "Ubah warna tema jadi biru navy dan emas"
  • Tambah fitur kecil β€” "Tambah tombol reset di samping tombol submit"
  • Perbaiki teks β€” "Ganti judul jadi [judul tools kamu]"
  • Tambahkan logo β€” "Tambah logo di header, ukuran 40x40px, dari URL ini: ..."
  • Ganti font β€” "Pakai font Poppins dari Google Fonts"
⚠️
Jangan edit kode langsung kalau tidak yakin
Minta AI yang edit. Ceritakan apa yang ingin diubah dalam bahasa sehari-hari. AI akan mengubah kodenya. Baru kalau sudah puas, simpan finalnya.

Step 6: Simpan & Kumpulkan ke TA

Yang perlu dikumpulkan ke dosen TA / facilitator:

Yang disetorCara dapat
File template yang sudah diisiFile .md yang sudah terisi Bagian 1 β€” nama, pain, solusi, dll
File HTML toolsHasil build dari AI β€” 1 file .html yang bisa dibuka di browser
URL deploy (opsional)Kalau sudah di-deploy ke Vercel atau Replit, kumpulkan linknya

πŸ“Ί Video Tutorial

Tools Dasar Β· Bab 17

Install VS Code, Python, Git & Node.js

Panduan lengkap instalasi tools yang dibutuhkan untuk coding β€” VS Code, Python, Git, dan Node.js di Mac, Windows, dan Linux.

⏱ ~45 menit
πŸ’» Mac Β· Windows Β· Linux
Pemula

Sekilas Tools

ToolFungsiButuh untuk
VS CodeCode editor β€” tempat menulis dan mengedit kodeSemua project coding
PythonBahasa pemrograman β€” untuk backend, data, AI/MLProject Python, otomasi, data analysis
GitVersion control β€” melacak perubahan kodeGitHub, kolaborasi, deploy ke Vercel
Node.jsRuntime JavaScript β€” menjalankan JS di luar browserClaude Code, npm, project web
πŸ’‘
VS Code bisa dipakai untuk semua bahasa
VS Code mendukung HTML, CSS, JavaScript, Python, TypeScript, dan ratusan bahasa lain via extension. Cukup install satu editor untuk semua kebutuhan.

πŸͺŸ Install di Windows

1. Install VS Code

1
Download installer
Buka code.visualstudio.com β†’ klik tombol hijau Download for Windows. File .exe sekitar 100MB.
2
Jalankan installer
Centang "Add to PATH" dan "Add 'Open with Code' action" β€” ini penting biar bisa buka VS Code dari terminal.
3
Selesai
Buka VS Code dari Start Menu. Cek versi di terminal: code --version

2. Install Python

1
Download Python
Buka python.org β†’ Downloads β†’ tombol kuning Download Python 3.x.x.
2
Jalankan installer
⚠️ PENTING: centang "Add Python to PATH" di bagian bawah installer sebelum klik Install.
3
Verifikasi
Buka CMD baru:
python --version
pip --version

3. Install Git & Node.js

Panduan lengkap Git dan Node.js untuk Windows sudah ada di Bab 15 β€” Install Claude Code bagian Windows. Langkah-langkahnya:

  • Git: download dari git-scm.com, jalankan installer, pilih opsi "Git from the command line"
  • Node.js: download dari nodejs.org (LTS), jalankan .msi, pastikan "Add to PATH" tercentang

Detail step-by-step ada di Bab 15 β†’ bagian Windows.


🍏 Install di Mac

1. Install VS Code

1
Download
Buka code.visualstudio.com β†’ klik Download for Mac. File .zip didownload.
2
Extract & drag ke Applications
Buka file .zip di Downloads β†’ drag Visual Studio Code.app ke folder Applications.
3
Buka & install PATH
Buka VS Code β†’ buka Command Palette (Cmd+Shift+P) β†’ ketik shell command β†’ pilih "Install 'code' command in PATH". Ini biisa buka VS Code dari terminal.

2. Install Python

Mac sudah punya Python bawaan versi lama. Install versi terbaru:

1
Install via Homebrew (recommended)
brew install python
2
Atau download installer
Buka python.org β†’ Downloads β†’ Mac β†’ download .pkg β†’ jalankan dan ikuti petunjuk.
3
Verifikasi
python3 --version
pip3 --version

3. Install Git & Node.js

Panduan lengkap untuk Mac sudah ada di Bab 15:

  • Xcode CLI Tools: xcode-select --install (dibutuhkan Git dan compiler)
  • Git: brew install git atau dari Xcode CLI tools
  • Node.js: via nvm atau download dari nodejs.org

Detail ada di Bab 15 β†’ bagian Mac & Linux.


🐧 Install di Linux (Ubuntu/Debian)

1. Install VS Code

# Download & install .deb package
wget -qO- https://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc | gpg --dearmor > packages.microsoft.gpg
sudo install -o root -g root -m 644 packages.microsoft.gpg /etc/apt/trusted.gpg.d/
sudo sh -c 'echo "deb [arch=amd64] https://packages.microsoft.com/repos/code stable main" > /etc/apt/sources.list.d/vscode.list'
sudo apt update && sudo apt install code

Atau download langsung dari code.visualstudio.com/download β†’ pilih .deb β†’ klik dua kali untuk install.

2. Install Python

sudo apt update
sudo apt install python3 python3-pip

# Verifikasi
python3 --version
pip3 --version

Python biasanya sudah ada di Ubuntu. Cek dulu: python3 --version. Kalau sudah β‰₯ 3.10, tidak perlu install ulang.

3. Install Git & Node.js

Panduan lengkap untuk Linux ada di Bab 15 β€” bagian Mac & Linux:

  • Git: sudo apt install git
  • Node.js: via nvm (disarankan) atau sudo apt install nodejs npm

VS Code Extension Penting

Setelah VS Code terinstall, tambahkan extension ini biar coding lebih nyaman:

ExtensionKegunaan
Python (Microsoft)Syntax highlighting, IntelliSense, debugging untuk Python
GitLensLihat history Git langsung di editor β€” siapa mengubah baris apa dan kapan
PrettierFormat kode otomatis β€” tekan Shift+Option+F (Mac) atau Shift+Alt+F (Windows)
Live ServerBuka HTML langsung di browser dengan live reload setiap kali file disimpan
Material Icon ThemeIkon file yang cantik di sidebar β€” bikin file tree lebih mudah dibaca

Cara install: buka VS Code β†’ klik ikon Extensions di sidebar kiri (atau Ctrl+Shift+X) β†’ cari nama extension β†’ klik Install.

Cek Semua Tools

Jalankan perintah ini untuk verifikasi semua tools sudah terinstall:

code --version          # VS Code
python3 --version      # Python
pip3 --version         # Python package manager
git --version          # Git
node --version         # Node.js
npm --version          # npm (bundled dengan Node.js)
βœ…
Sudah siap!
Kalau semua perintah di atas mengembalikan versi (bukan error "command not found"), berarti semua tools sudah siap dipakai. Lanjut ke Bab 15 untuk install Claude Code.

πŸ“Ί Video Tutorial

Sesi Kak Borys Β· Bab 18

Prompt Siap Pakai β€” Sesi Borys

Kumpulan prompt terstruktur untuk membangun produk dari nol menggunakan AI β€” dari riset landscape sampai visualisasi desain. Copy prompt, paste ke Claude, ikuti instruksinya.

⏱ ~2 jam workshop
Workshop Design Thinking

Cara Pakai

Prompt-prompt ini dirancang untuk digunakan secara berurutan dalam satu sesi Claude yang sama. Jalankan Stage 1–4 dulu sebelum lanjut ke Anchor dan Diverge β€” Claude perlu mengingat konteks sebelumnya.

πŸ’‘
Tips penting
Jangan mulai chat baru di tengah jalan. Gunakan satu percakapan dari Stage 1 sampai selesai agar Claude punya konteks penuh untuk setiap tahap.
Stage 1 Β· Brief Map the Landscape
I want to understand the team coordination problem space in Indonesian workplaces. Map the landscape for me: What is the history of how teams have coordinated work? What tools exist today? What are the key gaps nobody has solved well? Where do Indonesian professionals specifically talk about this problem online? Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Landscape brief" in the file name.
Stage 2 Β· Observe Surface the User Pain
Now let's look at the actual users. Who are the typical people experiencing team coordination problems in Indonesian workplaces? Describe their daily context, team size, and current workflow. Then go deeper: what are their real frustrations? What workarounds are they using today? What does a really bad day look like because of this problem? Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Observe" in the file name.
Stage 3 Β· Synthesize Find the Pattern
Based on everything we've discussed β€” the landscape, existing tools, and user frustrations β€” help me find the patterns. What are the 3 most recurring themes in this pain? What are users actually experiencing underneath what they say? What is the emotional core of this problem? Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Synthesize" in the file name.
Stage 4 Β· Sharpen Write the Product Brief
Based on everything above, write a product brief with these exact sections in a .md file: Problem Statement: The core problem and who experiences it Target User: Who specifically this is for Key Insight: The one observation that makes this opportunity real Product Vision: What the world looks like when this product exists and works well Success Criteria: How we know it's working
Anchor Your Creative Anchor
I am building something for a team lead at a Jakarta startup who struggles with not knowing what their team is working on without sending a WhatsApp message, and the solution must feel _______________
✏️ Isi bagian kosong dengan satu kata pilihanmu: Calm · Clear · Lightweight · Trustworthy · Focused · Confident · Sharp · Grounded · Effortless · Honest
Diverge Β· Text Generate 5 Concepts
Here is my product brief: See Product Brief document. And my creative anchor: [paste your anchor sentence] Generate 5 completely different solution concepts. For each: A short memorable name Concise sentence on what it is and how it works The 2-3 most important features App type: Mobile-first responsive web app. Make the 5 concepts as different from each other as possible, from safe to wild (out-of-the-box) approach. Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Diverge with 5 Concepts" in the file name.
✏️ Ganti [paste your anchor sentence] dengan kalimat anchor lengkap yang kamu buat di step sebelumnya.
Diverge Β· Visual Visualize 2 with Claude Design
Design a mobile-first responsive web app home screen showing team task status. Display a list of team members with their current task and status. Layout: team name as header at top, scrollable member cards below β€” each showing name, task, and a status badge (done / in progress / blocked). Audience: a team lead at a Jakarta startup. They open this first thing in the morning, before opening WhatsApp. Visual feeling: calm and focused.
πŸ’‘ Gunakan prompt ini di Claude Design (bukan chat biasa). Pilih 2 konsep dari langkah sebelumnya untuk divisualisasikan, lalu modifikasi prompt ini sesuai konsep yang dipilih.
Diverge Β· Visual Hack Claude Design Prompt Hack
I have chosen concept [Insert Name]. Now, write a Claude Design prompt for this concept. Use the 5-part structure: GOAL, CONTENT, LAYOUT, AUDIENCE, and CONTEXT. The visual feeling should be [Insert Anchor Word, e.g., Calm/Sharp]. Make the prompt highly detailed so the generated design is professional and usable.
✏️ Ganti [Insert Name] dengan nama konsep pilihanmu, dan [Insert Anchor Word] dengan kata anchor yang sudah kamu pilih sebelumnya.
Claude Β· Bab 19

Claude Design

Buat mockup UI dan visualisasi produk langsung dari teks β€” tanpa Figma, tanpa desainer. Claude Design mengubah deskripsi kamu menjadi tampilan visual yang siap dipresentasikan.

⏱ ~20 menit
Menengah Workshop

Apa itu Claude Design?

Claude Design adalah mode khusus di Claude.ai di mana Claude menghasilkan tampilan visual interaktif β€” bukan hanya teks. Output-nya berupa mockup UI yang bisa langsung dilihat, dinavigasi, dan dijadikan referensi desain.

🎨
Visual, Bukan Teks
Output berupa tampilan layar yang bisa di-preview langsung di panel Artifacts β€” bukan daftar instruksi atau wireframe ASCII.
⚑
Cepat & Iteratif
Dari prompt ke mockup dalam hitungan detik. Revisi bisa langsung di chat yang sama β€” tidak perlu buka ulang tools.
πŸ“±
Mobile-First Ready
Bagus untuk mockup mobile app, dashboard, landing page, dan UI berbasis kartu/list.
πŸ”—
Langsung di Claude.ai
Tidak perlu install apa-apa. Tersedia di browser, langsung dalam percakapan Claude.ai yang sama.

Cara Akses Claude Design

1
Buka claude.ai di browser
Login dengan akun Claude kamu.
2
Mulai chat baru
Klik "+ New Chat" di sidebar kiri.
3
Tulis prompt desain
Claude secara otomatis mendeteksi permintaan visual dan menghasilkan output di panel Artifacts kanan. Tidak ada tombol khusus "Design mode" yang perlu diaktifkan.
4
Preview di Artifacts
Klik tab "Preview" di panel Artifacts untuk melihat tampilan visual hasil generasi. Gunakan tab "Code" untuk melihat HTML/CSS yang dihasilkan.
πŸ’‘
Cara termudah trigger Claude Design
Mulai prompt dengan kata kerja visual: "Design a...", "Create a mockup of...", "Build a mobile screen showing..." β€” Claude akan langsung menghasilkan visual, bukan deskripsi teks.

Struktur Prompt 5 Bagian

Prompt yang baik untuk Claude Design punya 5 komponen. Semakin lengkap, semakin akurat hasil visualnya.

BagianPertanyaan yang dijawabContoh
GOALApa yang ingin divisualisasikan?"Design a mobile home screen showing team task status"
CONTENTApa isi / data yang ditampilkan?"Display team members with current task and a status badge: done / in progress / blocked"
LAYOUTBagaimana tata letak elemen?"Team name as header at top, scrollable member cards below"
AUDIENCESiapa yang akan menggunakannya?"A team lead at a Jakarta startup"
CONTEXTKapan/bagaimana dipakai? Nuansa visual?"They open this first thing in the morning. Visual feeling: calm and focused"

Contoh Prompt Lengkap

Contoh Β· Mobile Dashboard Team Status App
Design a mobile-first responsive web app home screen showing team task status. Display a list of team members with their current task and status. Layout: team name as header at top, scrollable member cards below β€” each showing name, task, and a status badge (done / in progress / blocked). Audience: a team lead at a Jakarta startup. They open this first thing in the morning, before opening WhatsApp. Visual feeling: calm and focused.
Contoh Β· Landing Page SaaS Landing Page
Design a clean SaaS landing page for a team coordination app targeting Indonesian startups. Content: hero section with tagline and CTA button, 3 feature highlights, pricing table with 2 tiers (Free and Pro), footer. Layout: single column, mobile-first. Audience: startup founders and team leads aged 25-35. Visual feeling: trustworthy, modern, lightweight β€” not corporate.

Teknik Iterasi

Jangan expect hasil sempurna di percobaan pertama. Gunakan chat yang sama untuk revisi spesifik:

1
Lihat hasil pertama di preview
Buka tab Preview di panel Artifacts. Perhatikan: warna, tata letak, tipografi, hierarki visual.
2
Identifikasi satu hal yang paling perlu diubah
Jangan revisi semuanya sekaligus. Fokus ke satu elemen per iterasi.
3
Berikan instruksi spesifik
Contoh: "Ubah status badge menjadi lebih rounded dan kecil. Ganti warna 'blocked' dari merah ke oranye." β€” bukan "perbaiki desainnya".
4
Minta varian
"Buat 2 versi alternatif dari section header ini β€” satu lebih minimalis, satu lebih bold." Claude akan generate keduanya untuk dibandingkan.

Prompt Template untuk Berbagai Kebutuhan

Template Β· Revisi Iterasi Elemen Spesifik
Keep everything the same, but change [elemen spesifik]. Make it [deskripsi perubahan]. The goal is [alasan perubahan ini].
✏️ Ganti tanda kurung siku dengan detail spesifik. Makin presisi instruksi, makin akurat hasilnya.
Template Β· Varian Generate 2 Alternatif
Show me 2 design variations of [bagian yang ingin divariasikan]. Variation A should feel [kata sifat 1, e.g., minimal/calm]. Variation B should feel [kata sifat 2, e.g., bold/energetic]. Keep all other elements the same.
Template Β· Dark Mode Convert ke Dark Mode
Convert this design to dark mode. Use a dark background (#0F172A or similar), adjust text colors for readability, and keep all layout and structure identical. Make sure status badges remain readable in dark mode.

Apa yang Claude Design Bisa & Tidak Bisa

βœ… Bisa❌ Tidak Bisa / Terbatas
Mockup layar mobile dan desktopEkspor ke format Figma/Sketch
Landing page, dashboard, form UIDesain logo atau ikon custom
Responsive layout sederhanaAnimasi kompleks atau interaksi multi-state
Variasi warna dan tipografiKoneksi ke data real / API
Tabel data, kartu, list viewEkspor sebagai image PNG/SVG secara otomatis
Copy HTML/CSS langsung dari ArtifactsDeploy langsung ke server (butuh copy-paste ke Vercel/Replit)
βœ…
Gunakan output Claude Design sebagai starting point
Hasil Claude Design bukan final product β€” ini adalah high-fidelity mockup yang bisa langsung dipakai sebagai referensi presentasi, atau dijadikan kode awal untuk dikembangkan lebih lanjut di Vercel/Replit.

Workflow Claude Design untuk Workshop

1
Siapkan Product Brief dulu
Claude Design menghasilkan output terbaik kalau kamu sudah tahu: siapa user-nya, masalah apa yang dipecahkan, dan nuansa visual yang diinginkan.
2
Tentukan anchor word
Satu kata seperti "Calm", "Sharp", atau "Trustworthy" jadi panduan konsistensi visual di semua iterasi.
3
Generate 2 konsep berbeda
Selalu buat minimal 2 varian untuk membandingkan pendekatan berbeda sebelum memilih satu.
4
Iterasi yang dipilih
Pilih konsep yang paling kuat, lalu refine dengan instruksi spesifik β€” jangan mulai dari nol lagi.
5
Copy HTML ke Vercel/Replit untuk deploy
Ambil kode dari tab "Code" di Artifacts, paste ke repo GitHub, deploy ke Vercel. Mockup jadi produk yang bisa diakses via URL.
Kak Borrys Β· Bab 20

Contoh Hasil Claude Design

Mockup nyata bikinan Kak Borrys pakai Claude Design β€” pakai ini sebagai referensi target kualitas saat praktik di Sesi 5.

🎯 Referensi Sesi 5
πŸ“± Mobile UI mockup
Contoh

Ini adalah contoh output Claude Design β€” sebuah aplikasi "Pantau" untuk memantau status tim secara real-time. Perhatikan hal-hal yang bikin hasilnya rapi: hierarki visual jelas, spacing konsisten, status berwarna, dan frame HP yang realistis.

Saat praktik nanti, jadikan ini patokan: bukan soal meniru persis, tapi soal standar kerapian dan detail yang bisa dicapai kalau prompt design-nya spesifik.

Pantau β€” Team Status (oleh Kak Borrys) Buka tab baru β†—

Cara pakai di kelas: tunjukkan mockup ini di awal, lalu minta peserta bikin versi mereka sendiri untuk kasus masing-masing β€” dengan kualitas detail yang setara. Tombol ⬇ Download JPEG ada di bagian bawah mockup di atas.

File Contoh Sesi 4 β€” Design Thinking Flow

Enam file .md dari proses Sesi 4 Kak Borrys β€” dari riset pengguna sampai prompt design. Klik untuk download, pakai sebagai contoh alur lengkap.

Kak Borrys Β· Bab 21

Prompt Siap Pakai β€” Sesi 5

Empat prompt berurutan dari konsep final sampai build prompt Replit. Salin, isi bagian dalam kurung siku sesuai kasusmu, lalu paste ke Claude.

🎯 Sesi 5 Β· Concept β†’ Build
πŸ“‹ 4 prompt
Kak Borrys

Urutannya: putuskan konsep β†’ visualkan β†’ pressure test β†’ tulis build prompt. Tiap prompt menghasilkan output yang dipakai prompt berikutnya. Yang di dalam [kurung siku] wajib kamu ganti sendiri.

Stage 1 Β· Decide Final Concept Brief
[Attach some snapshots from your Claude Design exploration] "I've reviewed all 5 concepts and made my decisions. Here is my direction: [Write your own decision β€” e.g. 'I want Concept 3 as the base, but add the notification feature from Concept 1. Remove the admin dashboard entirely.'] Based on my direction, write a final concept brief in a .md file with: - Concept Name - What it is (2–3 sentences) - Who it's for - The core features - What it looks and feels like - What it does NOT do (scope boundary) - Claude Design prompt for this concept. Use the 5-part structure: GOAL, CONTENT, LAYOUT, AUDIENCE, and CONTEXT. The visual feeling should be [Insert Anchor Word, e.g., Calm/Sharp]. Make the prompt highly detailed so the generated design is professional and usable. Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Final Concept Brief" in the file name."
Stage 2 Β· Visualize Visual the Final Concept
"Design a mobile-first responsive web app dashboard showing the team's current work status. Display each team member's name, active task, and a status indicator. Layout: clean header with team name + today's date, grid of member cards β€” each showing avatar, name, task, and a status dot (green / yellow / red). Audience: a team lead at a Jakarta startup. They open this at the start of their day instead of opening WhatsApp. Visual feeling: calm." [Contoh di atas untuk kasus "Pantau" β€” ganti dengan deskripsi konsep, layout, audience, dan visual feeling milikmu sendiri.]
Stage 3 Β· Stress Test Pressure Test Before Building
"Here is my final concept: See Final Concept Brief document and attached design snapshots [attach your Claude Design snapshots] Challenge it. Find every reason this could fail: - What might users find confusing? - What already exists that does this? - What part of this is hardest to build? - What would make someone stop using it after day one?"
Stage 4 Β· Build Write the Replit Build Prompt
"I want to build a mobile-first responsive web app on Replit. Refer to Final Concept Brief document. I've also attached the main screen(s) [paste Claude Design snapshots]. Write me a detailed build prompt that I can paste directly into Replit. Include: - What the app does in one sentence - The main screens and what appears on each - The key interaction (what happens when the user clicks the main button) - The visual style (colors, fonts, overall feel) - What the app does NOT need to do What to exclude: Tech stack. Let Replit decide. Create a .md file with a version number in the file name and version history at the bottom of the file. Include "Replit Build Prompt" in the file name."
Kak Borrys Β· Bab 22

Challenge Tambahan β€” Kak Borrys

Latihan ekstra dari Kak Borrys dalam bentuk board Excalidraw. Pelajari alurnya, lalu coba kerjakan tantangannya sendiri sebagai latihan setelah Sesi 5.

🎯 Latihan tambahan
🧩 Board Excalidraw
Kak Borrys

Board di bawah ini bisa kamu geser (pan) dan zoom langsung. Pakai sebagai panduan visual untuk mengerjakan challenge-nya. Kalau ingin layar lebih luas, buka di tab baru.

Challenge Board β€” Kak Borrys (Excalidraw) Buka tab baru β†—

Cara pakai: ikuti alur di board, kerjakan tiap tahap pakai Claude seperti yang dilatih di Sesi 5, dan bandingkan hasilmu dengan target di board.